01 Maret 2011

Kalimat Ajaib Luluhkan Hati Pria

Dapet artikel bagus lagi....
Sayang kalo ga dibagi-bagi....

Seringkali kita mengabaikan kalimat cinta yang bisa membangkitkan kembali kemesraan dengan pasangan. Jangan pernah sepelekan kalimat sederhana seperti "Aku menyayangimu" atau “Aku mencintaimu”. Kalimat-kalimat tersebut tanpa disadari ternyata mampu membuat jalinan kasih Anda dan pasangan makin dalam.
Ungkapkan perasaan cinta Anda. Meski hanya dengan kalimat sederhana, tapi efeknya dasyat. Inilah 8 kalimat ajaib yang bisa Anda ungkapkan pada pasangan, seperti dikutip dari laman Shine berikut ini:

1. "Hanya kamu yang aku inginkan"
Kalimat ini sama seperti John Travolta dan Olivia Newton John mengatakan pada satu sama lain melalui lagu dalam versi film 'Grease'. Semua orang yang merasa jatuh cinta selalu ingin mendengar bahwa orang yang dikasihi membalas dengan kalimat sama, seperti "Kamu juga satu-satunya orang yang aku inginkan".

2. "Aku mencintaimu apa adanya"
Setiap orang bahkan wanita, sering ingin dicintai tanpa syarat. Tak peduli kaya atau miskin, cantik ataupun buruk rupa. Rasa cinta apa adanya membuat jalinan kasih makin kokoh. Membuat pasangan merasa percaya diri dan yakin bahwa Anda benar-benar menyukainya tanpa syarat.

3. "Aku mencintaimu lebih dari sebelumnya"
Kalimat ini dipopulerkan oleh sebuah lagu pendek romantis, menyatakan pada kekasih bahwa emosi cinta Anda sedang menggebu-gebu padanya. Bisikkan kalimat ini pada pasangan secara intens dapat membuat hubungan Anda berdua langgeng sepanjang masa.

4. "Aku merasa nyaman bersamamu"
Cinta sejati memberikan perasaan aman dan kepastian. Berbagi sedikit informasi ini dengan pasangan dengan mengatakannya langsung, akan memperkuat jalinan kasih Anda berdua. Kalimat ini bisa bermakna dukungan dan pujian. Sikapnya yang selalu menjadi pelindung, membuat Anda merasa aman.

5. "Kamu penyemangat hidupku"

Dengan mengatakan kepada pasangan bahwa dia memiliki dampak luar biasa dalam kehidupan Anda, menjadi penyemangat hidup adalah hal sangat membantu. Biarkan dia tahu bahwa bersamanya memiliki dampak serius dalam kehidupan Anda. Dalam berbagai fase kehidupan, bersamanya Anda selalu bisa mengusir rasa bosan dengan cepat.

6. "Kamu adalah teman terbaikku"

Tak jarang hubungan persahabatan bisa menimbulkan percikan perasaan cinta. Dan, hubungan yang lebih dalam diperlukan untuk menjamin kelanggengan hubungan. Banyak pasangan menemukan kebahagiaan dengan seseorang yang mereka anggap sahabat.

Mengatakan pada pasangan bahwa Anda menghargai dia lebih dari sekadar pasangan seksual memungkinkan dia untuk melihat bahwa hubungan Anda bukan hanya satu-dimensi.

7. "Aku ingin habiskan sisa hidup bersamamu"
Mengatakan pada pasangan bahwa Anda ingin selalu bersamanya, menghabiskan sisa hidup Anda dengannya, bisa membuatnya merasa aman dan yakin tentang hubungan Anda.

8. "Aku cinta kamu"
Meskipun sederhana, kalimat ini memiliki kekuatan besar. Tak memandang usia, kalimat cinta ini bisa menguatkan jalinan kasih antara dua berdua. Ungkapkanlah segera kalimat cinta ini kepada orang yang Anda sayangi, dan rasakan keajaibannya.

Kalimat Ajaib Saat Bertengkar

Barusan dapet tulisan bagus...
Mending di share dimari...

Bertengkar dengan pasangan tidak harus selalu berakhir buruk. Banyak cara yang bisa Anda lakukan agar hubungan kembali hangat setelah pertengkaran terjadi.

Pertengkaran merupakan hal wajar bagi tiap pasangan. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana Anda dan pasangan melewati proses tersebut dan kembali menjalani hubungan.
Berikut 22 kalimat yang bisa Anda ungkapkan, untuk menenangkan emosi, seperti dilansir dari Shine. Katakan saja salah satu dari kalimat berikut saat bertengkar dengan pasangan untuk menenangkan situasi dan menghangatkan hubungan kembali.

1. Cobalah mengerti sudut pandangku
2. Tunggu, bisa aku tarik lagi ?
3. Kamu tidak harus menyelesaikannya, cukup bagiku untuk berbicara denganmu.
4. Ini sangat penting untukku, tolong dengarkan.
5. Maaf, aku bereaksi berlebihan.
6. Aku melihatmu dalam posisi yang sulit.
7. Aku bisa melihat bagianku dalam hal ini.
8. Aku tidak berpikir seperti itu sebelumnya.
9. Aku bisa saja salah.
10. Kita bisa setuju atau tidak setuju dalam hal ini.
11. Ini bukan hanya masalah kamu, tapi masalah kita.
12. Aku merasa tidak dihargai.
13. Kita sudah keluar dari masalah utama.
14. Kamu telah meyakinkanku.
15. Tolong, tetaplah berbicara denganku.
16. Aku sadar ini bukan kesalahanmu.
17. Semuanya terkadang terlihat salah.
18. Aku juga membuat masalah makin besar.
19. Sebenarnya apa yang kita perdebatkan ?
20. Bagaimana caranya agar aku bisa membuat keadaan jadi lebih baik?
21. Maafkan aku.
22. Aku sayang kamu.


Smoga Bermanfaat....

Akankah Datang KembaLi...???

Telah lama hati ini terkunci
Sampai kapan hati ini terkunci...??
EntahLahh. . .
Aku pun tak tau

Tak pernah sedikitpun
ku merasa, ada kunci
yang bisa membuka hati ini

Kunci yang tlah lama hilang
Dan. . . aku selalu berharap ada seseorng yang membawa kunci itu datang kembali kepadaKu. . .

13 Februari 2011

Dari Pengalamanku Kehilangan Orang-Orang yang Sangat Ku Sayangi

Berturut-turut saya kehilangan orang-orang yang sangat saya sayangi.
Pertama, nenek yang sangat saya sayangi pada tahun 2006.
Kedua, kakek yang sangat saya sayangi pada tahun 2008.
Ketiga, ayah yang sangat sayangi pada tahun 2010.
Semuanya berjarak 2 tahun.
Saya sangat terpukul dan perasaan sedih tak kunjung habisnya.
Bahkan ketika saya menulis di blog ini, saya sekuat tenaga menahan agar air mata tidak terjatuh.

Dari pengalaman yang sangat menyakitkan itu, saya akan sedikit berbagi bagaimana caranya menemani orang yang sedang berduka.
Karena pada saat saya ditinggalkan orang-orang yang saya sayangi, ada beberapa orang yang niatnya menghibur malah membuat semakin bersedih, marah, dan bahkan kesal.
Hal ini karena mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.

Wajar, jika orang yang ditinggalkan, perlu diberi waktu untuk berduka cita.
Tapi ada kewajiban pada orang-orang di sekeliling orang yang ditinggalkan untuk memberikan rasa nyaman dan pengertian padanya.
Menemani orang yang sedang berduka juga butuh kekuatan dan kesabaran emosional. Selain agar tak ikut larut dalam duka, tapi juga sekaligus membantu yang bersangkutan untuk bangkit kembali dan yakin bahwa masih banyak harapan untuk bertahan. Berikut beberapa caranya: 

1. Menemani. Orang yang ditinggalkan, perlu yakin bahwa ia tak sendirian menjalani kedukaan. Kunjungi si berduka sesering mungkin setelah kematian. Karena yang sering terjadi justru kedukaan lebih terasa begitu keluarga dan kerabat yang mengucapkan belasungkawa beranjak pergi dari rumah duka.

2. Berikan penghiburan berupa kata-kata dan tindakan. Kesediaan menjadi pendengar setia, memberi rangkulan, atau pelukan bisa sangat berartib buat yang berduka. Tapi jika si berduka memilih untuk tidak melakukan kedekatan fisik, penuhi keinginannya. 

3. Pahami kehilangannya. Jangan memcoba mengajaknya si berduka berbicara untuk memperbaiki kedukaannya, membuat segala hal lebih rasional, tak menghiraukan rasa dukanya atau berusaha untuk mengecilkan perasaan sedihnya adalah tindakan yang sangat kejam. 

4. Dengarkan keluh kesahnya dengan perhatian. Si berduka mungkin perlu seseorang yang bisa mendengarkan apa yang dirasakannya. Biarkan dia bicara, beri komentar seperlunya tapi jangan mengarahkan apa yang ingin dibicarakannya.

5. Menerima reaksi duka. Orang yang berduka kadang mengalami goncangan, marah, sedih atau perasaan bersalah. Seringkali juga diikuti oleh efek behavioral atau kognitif seperti sulit tidur, sulit berkonsentrasi, bingung atau tak tahu harus berbuat apa. Menurut University of Illinois Counseling Center memberi ruang si berduka untuk merasakan semua ini adalah bagian dari pemulihan juga. 

6. Beri dukungan yang praktis. Di rumah duka seringkali banyak pekerjaan yang terbengkalai. Beri bantuan Anda untuk membuat rumah duka tetap layak untuk dihuni, seperti menjaga kebersihan standar, menyiapkan makanan untuk keluarga yang berduka yang pasti tak sempat memikirkannya, dan sebagainya. 

7. Beri dukungan sosial. Pasca kematian seringkali orang yang ditinggalkan punya kesulitan kembali mengikuti kegiatan sosial yang biasa diikuti. Bisa jadi ini karena situasi berkumpul dengan orang yang dikenalnya bisa mengingatkan si berduka akan orang yang telah wafat. Ajak dan temani si berduka untuk kembali ke kegiatan sosialnya dan kembali ke kehidupan normalnya. 

Mungkin pengalaman dari saya dapat dijadikan pelajaran dalam menyikapi seseorang yang sedang berduka sehingga tidak membuatnya merasa lebih bersedih atau bahkan berubah menjadi perasaan-perasaan yang lainnya.